
MADIUN – Suasana meriah mewarnai Kelurahan Kejuron saat pawai budaya digelar untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Minggu (31/8). Sekitar 5.000 peserta dari 15 RW dan RT se-Kelurahan Kejuron turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.


Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, hadir langsung sekaligus memberangkatkan peserta pawai. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi antusiasme dan kekompakan warga yang berhasil menyemarakkan perayaan kemerdekaan.

Pemerintah Kota Madiun menggelar Madiun Carnival 2025 dengan tema Harmoni Budaya Nusantara pada Senin, 25 Agustus 2025. Karnaval budaya terbesar di Kota Madiun ini dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, dengan rute dari PSC – Jalan Cokroaminoto – Jalan Musi – Jalan H. Agus Salim, dan berakhir di depan Hotel Mercure.
Kecamatan Taman Kota Madiun, di bawah kepemimpinan Camat Taman, Bapak Muhammad Yusuf Asmadi, S.Sos., M.M., turut menampilkan sajian istimewa dengan mengangkat kisah legendaris “Ronggo Jumeno lan Retno Dumilah”. Pertunjukan ini dikemas dengan nuansa sakral dan penuh wibawa, menghadirkan nilai keberanian, kesetiaan, serta cinta tanah air.

Persembahan diawali dengan hadirnya pembawa panji sembilan kelurahan, yang menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan kebanggaan Kecamatan Taman. Dari barisan panji, tampil Ronggo Jumeno, panglima agung yang diiringi sembilan Demang Kerajaan, pengawal setia penjaga kehormatan negeri.
Selanjutnya tampil Retno Dumilah, sosok putri tangguh yang tidak hanya cantik jelita, tetapi juga teguh hati dan berani membela tanah kelahirannya. Pementasan kemudian ditutup dengan barisan prajurit pemanah dan penombak yang melambangkan kekuatan rakyat, semangat juang, dan pengorbanan demi negeri.

Dengan penampilan ini, Kecamatan Taman ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, meneladani keberanian para leluhur, serta menjadikan budaya sebagai warisan yang mempererat harmoni nusantara.

Selamatan Bersih Desa di Ponpes adalah sebuah inovasi yang memadukan tradisi lokal dengan lingkungan. Acara ini diadakan sebagai bentuk rasa syukur dan harapan akan keberkahan serta keselamatan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kolaborasi di antara karyawan dan tokoh agama disekitarnya. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kearifan lokal diintegrasikan ke dalam budaya perusahaan, menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.


Setelah doa, acara dilanjutkan dengan menaburkan bunga di Sendang setelah itu karyawan duduk bersama dalam suasana penuh keakraban, menikmati hidangan tradisional yang disiapkan secara gotong royong. Hidangan ini meliputi nasi tumpeng, lauk-pauk, dan berbagai jenis kue tradisional. Momen makan bersama ini memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di antara karyawan, menciptakan ikatan yang lebih erat di lingkungan kerja.

Acara ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Wali Kota Madiun, dalam sambutannya, menekankan pentingnya gaya hidup sehat melalui olahraga, terutama yoga, yang dikenal tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran fisik, tetapi juga kesehatan mental.
“Yoga adalah bentuk olahraga yang mengajarkan keseimbangan antara tubuh dan pikiran. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri,” ujar Wali Kota di hadapan peserta yang memenuhi lapangan stadion.

Tak hanya masyarakat umum, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh pemerintahan setempat, termasuk Lurah Kejuron, yang turut berbaur dan mengikuti gerakan senam yoga dari awal hingga akhir. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memasyarakatkan pola hidup sehat.

Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi yoga yang dipandu oleh instruktur profesional. Acara ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize dan sesi edukasi singkat mengenai manfaat yoga oleh Dinas Kesehatan Kota Madiun.

Dengan latar belakang matahari pagi yang cerah dan udara segar, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun gaya hidup yang lebih sehat dan harmonis.

Acara diawali dengan doa bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta tausiah singkat. Dalam sambutannya, Wali Kota Maidi menyampaikan bahwa tasyakuran ini bukan hanya bagian dari tradisi, melainkan wujud komitmen spiritual untuk menjaga nilai-nilai religius dan kerukunan antarwarga.
“PRC bukan sekadar ikon religi, tapi pusat kebersamaan dan refleksi. Di sinilah kita bersyukur dan mendoakan Madiun agar terus maju dan sejahtera,” ujar Wali Kota.

Tasyakuran ini juga menjadi rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Madiun yang jatuh pada 20 Juni mendatang. PRC dipilih sebagai lokasi utama karena menjadi simbol penguatan identitas religius dan toleransi di Kota Pendekar. Dengan PRC sebagai pusat kegiatan, harapannya Madiun tidak hanya dikenal bersejarah, tetapi juga sebagai pusat religi dan wisata spiritual yang membawa keberkahan bagi masyarakat setempat.


Kegiatan yang dilaksanakan di beberapa rumah warga di Kelurahan Kejuron ini mencakup pemantauan pertumbuhan balita, pembagian makanan tambahan bergizi, serta penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu menyusui. Lurah Kejuron juga menyempatkan berdialog dengan warga untuk mendengar langsung kendala yang dihadapi dalam pemenuhan gizi anak.

“Kami ingin memastikan setiap anak di Kejuron mendapat hak tumbuh kembang secara optimal. Ini bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tapi tanggung jawab bersama,” ujar Lurah Kejuron di sela kunjungannya.
Kader kesehatan setempat mengaku terbantu dengan kehadiran lurah yang aktif dan peduli. “Motivasi dari pak lurah sangat penting. Warga jadi lebih antusias dan percaya terhadap program pencegahan stunting yang kami jalankan,”
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Madiun, Kelurahan Kejuron termasuk wilayah yang mengalami penurunan angka stunting signifikan dalam setahun terakhir, berkat sinergi antara pemerintah kelurahan, kader, dan masyarakat.
Langkah nyata yang dilakukan Lurah Kejuron ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun kesadaran kolektif melawan stunting, demi mencetak generasi masa depan yang sehat dan cerdas.


Dengan mengenakan kostum seragam bernuansa ceria dan membawa berbagai properti unik bertema dapur dan masakan, TP PKK Kejuron tampil memukau dalam lomba yel-yel yang digelar secara regional. Lomba ini tidak hanya menguji kekompakan, tapi juga kreativitas dalam menyampaikan pesan penting: peran perempuan sebagai ahli dalam menciptakan cita rasa masakan yang menggugah dan menyehatkan.
Yel-yel yang dibawakan oleh TP PKK Kejuron mengusung tema “Cinta Rasa, Cinta Keluarga”, dengan lirik-lirik yang membangkitkan semangat memasak, menjaga gizi keluarga, serta memperkenalkan kekayaan bumbu tradisional Indonesia. Dengan iringan musik energik dan koreografi yang kompak, sayangnya penampilan mereka kurang mencuri perhatian para juri.

Program “ Ahlinya Buat Citarasa” sendiri merupakan bentuk edukasi dan apresiasi terhadap peran penting ibu-ibu rumah tangga dalam menciptakan menu lezat dan sehat untuk keluarga. Lomba yel-yel menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan tersebut secara menyenangkan dan melibatkan komunitas.
Keikutsertaan TP PKK Kelurahan Kejuron dalam kegiatan ini diharapkan dapat menambah semangat para ibu untuk terus berkarya, memperkuat solidaritas antar warga, serta menjadikan masakan rumahan sebagai sarana pengikat cinta keluarga.
