
MADIUN – Suasana meriah mewarnai Kelurahan Kejuron saat pawai budaya digelar untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Minggu (31/8). Sekitar 5.000 peserta dari 15 RW dan RT se-Kelurahan Kejuron turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.


Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, hadir langsung sekaligus memberangkatkan peserta pawai. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi antusiasme dan kekompakan warga yang berhasil menyemarakkan perayaan kemerdekaan.

Kegiatan kerja bakti ini melibatkan lurah, perangkat kelurahan, Mereka bergotong royong membersihkan jalan, saluran air, serta memperindah lingkungan di area perbatasan. Hal ini dilakukan untuk memastikan wajah Kota Madiun terlihat bersih, rapi, dan nyaman ketika menyambut kunjungan menteri.
Camat Taman menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh kelurahan dalam kegiatan kerja bakti ini. Menurutnya, kebersamaan dan semangat gotong royong warga menjadi kunci dalam menjaga keindahan dan kenyamanan lingkungan, terutama menjelang acara penting yang akan dihadiri pejabat negara.

“Kerja bakti ini bukan hanya persiapan menyambut Pak Menteri, tetapi juga sebagai wujud kepedulian kita terhadap lingkungan. Dengan bersih dan tertata, masyarakat akan merasa lebih nyaman dan bangga terhadap daerahnya,” ujarnya.
Selain membersihkan area perbatasan, warga juga melakukan pengecatan, penanaman tanaman hias, serta perbaikan sarana umum yang membutuhkan perawatan. Suasana gotong royong berlangsung hangat dengan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, Kecamatan Taman berharap dapat memberikan kesan positif terhadap Kota Madiun sebagai kota yang tertib, bersih, dan ramah. Kerja bakti juga menjadi momentum memperkuat rasa kebersamaan antarwarga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan indah.

Penilaian ketahanan pangan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kemampuan perangkat Kelurahan Kejuron dalam memenuhi kebutuhan pangan, baik dari segi ketersediaan, akses, maupun pemanfaatan sumber daya lokal.
Dalam kesempatan tersebut, tim penilai dari Dinas Pertanian meninjau berbagai aspek, mulai dari ketersediaan lahan produktif, pemanfaatan pekarangan melalui program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari), ketersediaan cadangan pangan di masyarakat, hingga peran aktif ibu-ibu PKK dalam mengelola pangan keluarga.
Lurah Kejuron dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dari pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian. Ia menegaskan bahwa Kelurahan Kejuron terus mendorong warganya untuk mandiri dalam penyediaan pangan, salah satunya dengan gerakan menanam sayuran, pemeliharaan ternak kecil, serta pengembangan UMKM berbasis olahan pangan lokal.

Tim penilai memberikan apresiasi atas semangat warga Kelurahan Kejuron dalam menjaga kemandirian pangan. Hasil dari penilaian ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus acuan dalam pengembangan program ketahanan pangan yang lebih baik ke depan.
Kegiatan penilaian diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama warga, serta peninjauan langsung ke lokasi percontohan pekarangan produktif yang dikelola perangkat kelurahan kejuron
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kelurahan Kejuron semakin tangguh dalam menghadapi tantangan pangan dan mampu menjadi contoh bagi wilayah lainnya di Kota Madiun.

Pembagian beras dilaksanakan di Gedung serba guna Kelurahan Kejuron dan berlangsung tertib sejak pagi hari. keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Kejuron menerima bantuan beras sebanyak 20 kilogram per keluarga.
Lurah Kejuron, Andyka Yuliatama A, S.H, M.H., turut hadir langsung di lokasi untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar dan sesuai dengan data yang telah diverifikasi sebelumnya. “Kami berupaya agar pembagian ini tepat sasaran dan tidak menimbulkan kerumunan. Terima kasih atas kerja sama semua pihak,” ujarnya.

Peran penting juga dimainkan oleh Petugas Sosial Masyarakat (PSM) dan Bhabinkamtibmas yang turut membantu pengaturan antrian, verifikasi penerima, hingga menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Kehadiran mereka sangat membantu memastikan kelancaran dan keamanan dalam proses distribusi.

Masyarakat penerima manfaat menyambut baik kegiatan ini dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah serta semua pihak yang terlibat. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkap salah satu warga penerima.
Dengan sinergi antara pemerintah kelurahan, Bulog, serta aparat dan relawan, kegiatan pembagian bantuan pangan ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam penyaluran bantuan yang tertib, transparan, dan tepat sasaran
]]>
Selamatan Bersih Desa di Ponpes adalah sebuah inovasi yang memadukan tradisi lokal dengan lingkungan. Acara ini diadakan sebagai bentuk rasa syukur dan harapan akan keberkahan serta keselamatan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kolaborasi di antara karyawan dan tokoh agama disekitarnya. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kearifan lokal diintegrasikan ke dalam budaya perusahaan, menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.


Setelah doa, acara dilanjutkan dengan menaburkan bunga di Sendang setelah itu karyawan duduk bersama dalam suasana penuh keakraban, menikmati hidangan tradisional yang disiapkan secara gotong royong. Hidangan ini meliputi nasi tumpeng, lauk-pauk, dan berbagai jenis kue tradisional. Momen makan bersama ini memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di antara karyawan, menciptakan ikatan yang lebih erat di lingkungan kerja.

Lurah Kejuron secara resmi membuka layanan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Kantor Kelurahan Kejuron sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi permasalahan hukum. Posbakum ini hadir untuk memberikan akses konsultasi dan pendampingan hukum secara gratis, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu atau tidak memiliki pengetahuan hukum yang memadai.
Melalui Posbakum ini, warga dapat berkonsultasi terkait berbagai permasalahan hukum, seperti sengketa tanah, persoalan waris, perceraian, hingga kasus-kasus perdata maupun pidana ringan. Layanan ini juga diharapkan menjadi ruang edukasi hukum, agar masyarakat lebih paham akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
Lurah Kejuron menyampaikan bahwa keberadaan Posbakum adalah langkah konkret pemerintah kelurahan dalam memperluas akses keadilan dan memberikan rasa aman bagi warganya. Dengan menggandeng lembaga bantuan hukum (LBH) terpercaya, Posbakum Kelurahan Kejuron siap melayani warga setiap hari kerja dengan pelayanan profesional dan ramah.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa Kelurahan Kejuron tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kesadaran hukum dan perlindungan hak-hak masyarakat. Semoga Posbakum ini menjadi sarana yang bermanfaat, sekaligus menjadi wujud nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat.
]]>

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kelurahan Kejuron dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana lingkungan, serta memastikan penggunaan dana pembangunan berjalan sesuai rencana. Lokasi paving yang ditinjau berada di Pasar Ayam Puntuk Rt 04 Rw 01, yang merupakan salah satu titik prioritas dalam program peningkatan infrastruktur tahun ini.
“Kami ingin memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis, anggaran, dan waktu yang telah direncanakan. Dengan turun langsung ke lapangan, kami juga bisa mendengar langsung aspirasi dan masukan warga,” ujar Lurah Andyka Yuliatama A. S.H, M.H.,
Dalam kunjungan tersebut, Lurah Kejuron juga berdialog dengan pekerja lapangan dan warga sekitar. Warga menyambut baik kehadiran lurah dan mengapresiasi upaya pemerintah kelurahan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Progres pekerjaan paving sendiri saat ini telah mencapai sekitar 80% dan ditargetkan selesai dalam Akhir Juni ini. Pemerintah kelurahan berharap, dengan adanya pengawasan langsung, mutu pekerjaan dapat lebih terjamin dan manfaat pembangunan bisa segera dirasakan masyarakat.


Ketua LINMAS Kelurahan Kejuron, Bapak Marsid marsitohati, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kesucian dan kerapian makam sebagai tempat peristirahatan terakhir warga. “Kami ingin memastikan bahwa makam tetap terawat dan nyaman untuk dikunjungi oleh keluarga almarhum. Ini juga bentuk penghormatan kami kepada mereka yang telah mendahului,” ujarnya.

Lurah Kejuron, Andyka Yuliatama Atmanegara, S.H, M.H., mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh LINMAS . “Kami berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan menginspirasi lingkungan lain untuk melakukan hal serupa,” katanya.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan Makam Gulun dapat terus terjaga kebersihannya dan menjadi tempat yang tenang serta nyaman bagi para peziarah.


Kegiatan yang dilaksanakan di beberapa rumah warga di Kelurahan Kejuron ini mencakup pemantauan pertumbuhan balita, pembagian makanan tambahan bergizi, serta penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu menyusui. Lurah Kejuron juga menyempatkan berdialog dengan warga untuk mendengar langsung kendala yang dihadapi dalam pemenuhan gizi anak.

“Kami ingin memastikan setiap anak di Kejuron mendapat hak tumbuh kembang secara optimal. Ini bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tapi tanggung jawab bersama,” ujar Lurah Kejuron di sela kunjungannya.
Kader kesehatan setempat mengaku terbantu dengan kehadiran lurah yang aktif dan peduli. “Motivasi dari pak lurah sangat penting. Warga jadi lebih antusias dan percaya terhadap program pencegahan stunting yang kami jalankan,”
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Madiun, Kelurahan Kejuron termasuk wilayah yang mengalami penurunan angka stunting signifikan dalam setahun terakhir, berkat sinergi antara pemerintah kelurahan, kader, dan masyarakat.
Langkah nyata yang dilakukan Lurah Kejuron ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun kesadaran kolektif melawan stunting, demi mencetak generasi masa depan yang sehat dan cerdas.
